Anak Nagari III Koto Aur Malintang Raih Beasiswa Penuh S2 ke Uni Emirat Arab, Kini Butuh Uluran Tangan untuk Berangkat
Batu Basa, Kabar membanggakan datang dari salah satu putri asli Nagari III Koto Aur Malintang. Anggini Priayi, dinyatakan lolos dan diterima sebagai mahasiswa program Magister (S2) di Universitas Al Qasimia, Sharjah, Uni Emirat Arab, dengan beasiswa penuh. Kabar bahagia tersebut diterimanya pada 9 Juli 2026, setelah melalui proses seleksi yang panjang.
Pencapaian ini tidak datang dengan mudah. Anggini adalah putri dari pasangan Bapak Buyung Marnis (Almarhum) dan Ibu Murniati. Ayahnya berpulang saat ia baru duduk di bangku kelas 5 Sekolah Dasar. Sejak ayahnya berpulang, ia melewati masa tumbuh kembang dalam lingkungan keluarga besar, dengan berbagai tantangan yang turut membentuk kekuatannya. Di tengah keadaan yang tidak selalu mudah tersebut, Anggini tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan gigih, dengan tekad kuat untuk terus melanjutkan pendidikan hingga jenjang Magister, dengan satu jalan yang ia yakini: meraih beasiswa.
Tekad tersebut terbukti membuahkan hasil. Setelah menamatkan pendidikan di MAN Koto Baru Padang Panjang, Anggini melanjutkan studi Sarjana (S1) di LIPIA Jakarta dengan beasiswa penuh. LIPIA merupakan satu-satunya perguruan tinggi cabang dari Arab Saudi yang ada di Indonesia. Dari sanalah semangatnya untuk melanjutkan studi ke luar negeri semakin tumbuh, hingga akhirnya ia dinyatakan diterima di Universitas Al Qasimia, Sharjah, dengan beasiswa penuh untuk jenjang Magister.
Terkendala Biaya Keberangkatan dan Legalisir Dokumen
Meski beasiswa yang diterimanya menanggung biaya pendidikan, Anggini masih menghadapi kendala besar pada tahap keberangkatan. Sejumlah biaya administratif dan legalisir dokumen di kementerian serta Kedutaan Besar Uni Emirat Arab harus dipenuhi sebelum ia bisa berangkat, dengan total kebutuhan dana mencapai Rp25.625.000, Rincian kebutuhan tersebut terdiri atas biaya tiket pesawat menuju Uni Emirat Arab sebesar Rp13.862.000, biaya legalisir dokumen ke Kedutaan Besar UEA sebesar Rp8.500.000, biaya legalisir dokumen ke Kemenkumham sebesar Rp800.000, biaya legalisir dokumen ke Kementerian Luar Negeri sebesar Rp800.000, serta tiket pesawat menuju Jakarta sebesar Rp1.600.000.
Hingga berita ini disusun, dana yang telah terkumpul baru mencapai Rp11.500.000, berasal dari dua donatur, yakni Bapak Azwar Anas (Rp10.000.000) dan Atri Nopel (Rp1.500.000). Artinya, masih terdapat kekurangan sekitar Rp14.125.000 yang perlu dipenuhi agar Anggini dapat berangkat tepat waktu memenuhi jadwal perkuliahannya di Sharjah.
Mengetuk Kepedulian Bersama
Kisah Anggini menjadi pengingat bahwa semangat dan kerja keras seorang anak nagari mampu menembus batas, menembus keterbatasan ekonomi, hingga meraih kesempatan belajar di perguruan tinggi luar negeri. Namun perjalanan itu kini membutuhkan dukungan bersama dari masyarakat, khususnya warga dan perantau Nagari III Koto Aur Malintang, agar cita-cita yang sudah di depan mata tidak terhambat hanya karena persoalan biaya administratif.
Bantuan dapat disalurkan dalam bentuk apa pun sesuai kemampuan, sekecil apa pun nilainya, dan sangat berarti untuk mengantarkan Anggini menuju Uni Emirat Arab melanjutkan pendidikan Magisternya.
